Saham Mayora Diperkirakan Mengalami Peningkatan Pada Penghujung Tahun 2018

Hasil gambar untuk mayoraindah.co.id

Seperti yang dilansir dari berita seputar ekonomi Nasional, penjualan produk makanan dan minuman memiliki perananan penting dalam meningkatkan pendapatan dan saham mayora. Pasalnya, para analis juga meproyeksikan bahwa kinerja PT Mayora Indah akan jauh lebih berkembang, seiring dengan penjualan produk-produk makanan dan minuman yang mampu menguasai pasar Indonesia.

Pada kuartal I 2018, PT Mayora Indah (MYOR) berhasil mencatatkan peningkatan pendapatannya sebesar 8,7 %, atau yang setara dengan Rp 5,4 triliun. Di samping itu, laba pada setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan hingga 30 % atau sebesar Rp 478 miliar. Menurut Putri Tobing selaku analis dari PT Indo Premier Sekuritas, yang menyebutkan bahwa produk minuman kopilah yang menjadi penyokong utama dalam peningkatan penjualan pada produk Mayora. Ia juga mencatat bahwa penjualan dari segmen minuman kopi, mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada beberapa kuartal belakangan ini.

“ Strategi MYOR meluncurkan berbagai varian minuman kopi ketika kompetitor sibuk menurunkan harga melalui promosi telah menghasilkan pertumbuhan kuat pada penjualan minuman kopi MYOR “ ungkap Putri Tobing kepada pers pada hari Rabu (20/6/2018). Putri Tobing juga sangat berharap agar penjualan di segmen minuman kopi, akan tetap menguasai pasar dan terus tumbuh sebesar 14,2 % hingga akhir tahun 2018. “ Persaingan pada segmen biskuit mungkin menahan pertumbuhan di segmen pengolahan makanan MYOR yang menyumbang 53,8 % dari total keseluruhan pendapatan di kuartal I 2018 “ tambah Putri Tobing kepada pers.

Dikutip dari data Euromonitor, Putri juga meprediksikan bahwa Nabati Group dengan biskuit kejunya mengalami peningkatan peringkat di posisi kedua, sedangkan biskuit produk MYOR mengalami penurunan dan harus rela berada di posisi ketiga. “ Kami melihat pertumbuhan di segmen pengolahan makanan bisa turun menjadi 12,2 % dari 16,2 % CAGR selama periode 2012 – 2017 “ sambung Putri.

Berbeda dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Kiswoyo Adi Joe selaku Kepala Riset Narada Aset Manajemen, yang mengatakan bahwa mayoritas produk dari MYOR mampu menguasai pasar di masing-masing bidangnya seperti Kopiko, Energen, dan Bengbeng. “ Ibaratnya kalau konsumsi dalam negeri sedang melemah, MYOR masih tergolong oleh ekspornya “ ungkap Kiswoyo Adi Joe kepada pers. Tak hanya itu saja, Kiswoyo juga meyakini bahwa produk MYOR tidak akan mengalami penurunan jumlah konsumen dikarenakan disokong oleh perhelatan Pilkada dan Asian Games 2018. Oleh karena itu, prospek saham mayora sangat menjanjikan.