Inilah Cara Etnis Tionghoa Rayakan Mid Autumn Festival

Setiap etnis tentunya mempunyai acara rutin yang sudah menjadi tradisi sejak bertahun-tahun silam. Etnis Tionghoa juga mempunyai acara rutin yang digelar setiap tahun. Apakah itu? Mid Autumn Festival adalah acara yang dinanti-nanti oleh masyarakat Tionghoa. Jika dijelaskan secara sederhana, acara tersebut berupa perayaan tahunan yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan di antara etnis Tionghoa. Mereka menjalankan tradisi yang sudah berkembang sejak dahulu.

Sama halnya dengan suku Jawa, Batak, Betawi, dan sebagainya, etnis Tionghoa juga merayakan hari spesialnya dalam perayaan Mid Autumn Festival yang benar-benar menakjubkan. Konsep perayaan ini sangat mengesankan, khas Tionghoa. Di Jakarta, acara festival ala China ini berjalan dengan megah dan meriah. Penyambutan dan pembukaan acara dilakukan oleh perwakilan dari Koko serta Cici Jakarta.

Pada puncaknya, festival yang diadakan secara rutin ini mempunyai acara spesial yang merupakan inti dari acara. Mereka akan menikmati kue bulan atau Moon Cake. Dalam perayaan festival bulan di Jakarta kali ini, terdapat nuansa baru di tengah kemegahan acara. The Harvest ikut serta merayakan festival ala etnis Tionghoa ini. Pihaknya mengadakan peluncuran Moon Cake dengan aneka varian serta bentuknya.

Masyarakat Tionghoa sangat antusias terhadap acara festival pada tahun 2017 ini. Hidangan Moon Cake yang dihadirkan sebagai jamuan festival adalah sajian yang berbeda. Peluncuran perdana dari The Harvest  Cake ini disambut baik oleh seluruh masyarakat Tionghoa dalam acara festivalnya. Mereka sangat senang dan menyambut baik kehadiran kue bulan terbaru dari The Harvest.

Tak hanya mencicipi aneka kue bulan dari The Harvest saja. Masyarakat Tionghoa bisa memperoleh informasi cara pembuatan kue ini. The Harvest Executive Chef, Ibnu Pratama, adalah pihak chef yang memandu pembuatan Moon Cake dari The Harvest. Setiap peserta festival tampak antusias saat melihat demo pembuatan Moon Cake yang dilakukan oleh Chef Ibnu Pratama bersama beberapa peserta festival.

Peluncuran perdana produk kue bulan dari The Harvest tersebut semakin menambah kemeriahan dari acara Mid Autumn Festival. Meskipun demikian, kemeriahan festival ini sudah berlangsung sejak zaman dahulu, di mana nenek moyang etnis Tionghoa menjalankan tradisi ini. Sejak dahulu, acara tahunan ini merupakan salah satu agenda yang spesial dan tak kan terlewatkan di kalangan etnis Tionghoa.

Dalam sejarahnya, perayaan festival bulan atau Mid Autumn Festival ini sudah melegenda dan dirayakan dengan menikmati kue bulan setelah melakukan permohonan rezeki kepada bulan. Tradisi tersebut dirayakan secara turun temurun hingga saat ini, namun dengan tujuan yang berbeda. Masyarakat Tionghoa tidak akan menyembah bulan pada acara ini, karena tujuan festival yang dulunya sebagai bentuk penyembahan kepada bulan itu sudah berganti menjadi momen silaturahmi yang meriah.

Meskipun pelaksanaannya punya tujuan berbeda, namun hakikatnya perayaan masih dilaksanakan hingga kini. Eksistensi perubahan zaman ke arah modernisasi tidak melunturkan semangat untuk merayakan festival tahunan yang sudah hidup dan berkembang di lingkup masyarakat Tionghoa. Bahkan, festival semakin mengesankan dengan kehadiran kue bulan spesial dari The Harvest dengan nuansa aneka varian dan bentuk indahnya.

Begitulah cara etnis Tionghoa merayakan Mid Autumn Festival mereka. Unik, meriah, ramai, dan bermanfaat. Bagaimana tidak, kita semua tentu tahu bahwa silaturahmi merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial. Pujian pun layak diberikan kepada The Harvest karena mampu membuat acara silaturahmi tersebut semakin berkesan.